Rabu, 02 November 2011

Kapal Imigran Gelap Di Ciamis Tengelam/imigran Timur Tenggah

Kapal Imigran Gelap Di Ciamis Tengelam/imigran Timur Tenggah - .Sudah beberapa kali aparat keamanan menangkap imigran timur tenggah yg ke australia mencari suaka melelui indonesia.melihat indonesia terdiri dari negara kepulaun yg gampang di tembus pengamananya karna banyaknya pulau yg di jaga dan perairanya .Sedangkan aparat yg mengawasi sangat terbatas.


Seperti rombongan imigran gelap asal Timur Tengah yang sudah berkali-kali ditangkap aparat keamanan Indonesia, rombongan imigran gelap yang kapalnya tenggelam di Laut Palawangan, Kalipucang, Ciamis, Jawa Barat, kemarin juga mengaku hendak pergi ke Australia.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Australia, mereka akan ditampung dulu di Kupang, Nusa Tenggara Timur. "Saya mau pergi ke Australia. Sudah lima bulan di Indonesia. Visa satu bulan milik saya sudah habis," kata Muhammad (29), imigran asal Iran.

Pernyataan Muhammad itu dibenarkan Herman (35), salah satu awak kapal yang selamat dalam musibah ini. Menurut Herman, dia tidak tahu tujuan akhir para penumpangnya itu.

Kepada polisi, dia mengaku hanya mendapatkan order untuk menyediakan perahu dan menjemput penumpang dari Cilacap dengan tujuan Kupang. Siapa yang memerintahkannya, sejauh ini polisi belum bersedia mengungkapkannya karena berkait dengan pengembangan kasus.
Pihak kepolisian bersama tim SAR dan nelayan, pagi ini, Rabu (2/11/2011), melanjutkan pencarian korban karamnya kapal kayu pengangkut imigran gelap Timur Tengah di Laut Palawangan, Kalipucang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Pencarian masih akan dilakukan di sekitar lokasi karamnya kapal yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pos komando pencarian di kantor Kepolisian Air dan Udara Pangandaran.

Kepala Kepolisian Resor Ciamis Ajun Komisaris Agus Santoso mengatakan, pencarian akan terus dilakukan meski menggunakan alat sederhana seperti perahu nelayan dan perahu karet. Dengan mengandalkan kemampuan nelayan, personel kepolisian, dan balawisata Pangandaran, dia berharap penumpang yang hilang bisa ditemukan.

Data terakhir menyebutkan 7 imigran meninggal dunia, 45 imigran dan tiga awak kapal selamat. Dari jumlah itu, 25 orang mengalami luka-luka, tujuh di antaranya dirawat di Puskesmas Pangandaran dan Rumah Sakit Umum Daerah Ciamis. Sedangkan korban yang masih hilang diperkirakan 15 orang lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar