Selasa, 05 Mei 2009

Kan Ngaku Udah Kenal?

Penembakan Direktur PT PRB
Antasari Kenal Rhani Juliani 3 Tahun Lalu



Sempat mengelak akhirnya Tersangka kasus penembakan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Antasari Azhar mengaku mengenal Rhani Juliani,seorang caddy di Lapangan Golf Modernland, Tangerang, sejak 3 tahun silam.

Hal itu disampaikan oleh salah satu pengacara Antasari, Juniver Girsang, saat hendak menjenguk Antasari di tahanan. "Beliau kenal tiga tahun lalu," ujar Juniver kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (5/5/2009).

Namun, menurutnya, Antasari mengenal Rhani hanya sebatas kenalan biasa saja. Tidak ada suatu hubungan khusus di antara mereka. "Tidak kenal dekat. Hanya sebatas kenal dia caddy di situ saja," tuturnya.

Saat bermain golf pun, Antasari tidak terlalu sering menggunakan jasa Rhani. "Di situ caddy-caddy kan berkelompok," urainya.

Rhani disebut-sebut menjadi ujung pangkal kasus pembunuhan Nasrudin. Rhani juga disebut-sebut sebagai istri ketiga Nasrudin. Paras Rhani yang cantik banyak menarik perhatian para pejabat maupun pengusaha yang sering bermain golf di sana.

Nasrudin yang mengetahui hal tersebut sering mengumpankan Rani kepada para pejabat yang mengenal Rani untuk kemudian diperas olehnya. Mau mendiskusikan kasus yang membelit Antasari Azhar?

Gabung di sini

Telor dan Manohara

Pro Manohara Lempari 'Pangeran Fakhry' Telur di Kedubes Malaysia


Heran juga ngapain juga bawa Telur dan tomat dilemparkan puluhan orang dari Barisan Merah Putih (BMP) ke foto suami Manohara Pinot, Pangeran Kerajaan Kelantan, Tengku Fakhry. Pro Mano ini menuntut Kedubes Malaysia membuka pintu komunikasi dengan keluarga model cantik itu.

Sementara sang Manohara mungkin sedang betah di Malaysia sana, beberapa hari lalu sempat rame di forum tentang threadh haruskah kita kasihan dengan nasib si Manohara?

Jawaban memang ada di dua pemain utama Pangeran Kerajaan Kelantan, Tengku Fakhry dan Manohara Pinot, sedangkan mereka dan kita ini bisa jadi figuran,

"Ini wujud kemarahan kami," teriak seorang pendemo sambil melempar telur ke foto Fakhry yang dipajang di depan gerbang Kedubes Malaysia, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2009).

Koordinator aksi, Sylvester Matunina, mengatakan BMP meminta Kedubes Malaysia membuka pintu komunikasi antara keluarga Mano dengan Kerajaan Kelantan.

"Indikasi penyiksaan itu ada. Kalau tidak ada nggak mungkin tidak diperbolehkan bertemu dengan keluarga," ujar Sylvester.

BMP juga menuntut Dubes RI untuk Malaysia Da'i Bachtiar ditarik ke Indonesia. "Dia dubes banci. Dia tidak lakukan apa-apa," kata dia.

Massa membawa poster bertuliskan "Malaysia spesialis pelanggar HAM berat", "Jangan ada lagi Manohara-Manohara yang lain", dan "Tengku Fakhry=Pangeran Kodok." Massa juga memasang spanduk bertuliskan "BMP mengetuk keras tindakan biadab Tengku Fakhry dan tindakan Kelantan Malaysia."

"Kerajaan Kelantan adalah kerajaan kecil. Kita seharusnya malu dengan kondisi ini, kita adalah bangsa yang besar," imbuh Syvester dalam orasinya.

Aksi yang diikuti 30 orang yang terbalut kemeja serba hitam ini memakan separo jalan. Akibatnya, lalu lintas menuju Menteng tersendat.

Telor dan Manohara

Pro Manohara Lempari 'Pangeran Fakhry' Telur di Kedubes Malaysia


Heran juga ngapain juga bawa Telur dan tomat dilemparkan puluhan orang dari Barisan Merah Putih (BMP) ke foto suami Manohara Pinot, Pangeran Kerajaan Kelantan, Tengku Fakhry. Pro Mano ini menuntut Kedubes Malaysia membuka pintu komunikasi dengan keluarga model cantik itu.

Sementara sang Manohara mungkin sedang betah di Malaysia sana

"Ini wujud kemarahan kami," teriak seorang pendemo sambil melempar telur ke foto Fakhry yang dipajang di depan gerbang Kedubes Malaysia, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2009).

Koordinator aksi, Sylvester Matunina, mengatakan BMP meminta Kedubes Malaysia membuka pintu komunikasi antara keluarga Mano dengan Kerajaan Kelantan.

"Indikasi penyiksaan itu ada. Kalau tidak ada nggak mungkin tidak diperbolehkan bertemu dengan keluarga," ujar Sylvester.

BMP juga menuntut Dubes RI untuk Malaysia Da'i Bachtiar ditarik ke Indonesia. "Dia dubes banci. Dia tidak lakukan apa-apa," kata dia.

Massa membawa poster bertuliskan "Malaysia spesialis pelanggar HAM berat", "Jangan ada lagi Manohara-Manohara yang lain", dan "Tengku Fakhry=Pangeran Kodok." Massa juga memasang spanduk bertuliskan "BMP mengetuk keras tindakan biadab Tengku Fakhry dan tindakan Kelantan Malaysia."

"Kerajaan Kelantan adalah kerajaan kecil. Kita seharusnya malu dengan kondisi ini, kita adalah bangsa yang besar," imbuh Syvester dalam orasinya.

Aksi yang diikuti 30 orang yang terbalut kemeja serba hitam ini memakan separo jalan. Akibatnya, lalu lintas menuju Menteng tersendat.

Gunung Rinjani Meletus


Debu dan Asap Letusan Mulai Kotori Pemukiman Warga



Berita terbaru dari headline news bahwa gunung rinjani meletus, debu dan asap dari letusan Gunung Baru Jari yang terletak di kawah Gunung Rinjani, kini mulai menjangkau pemukiman warga, terutama pemukiman yang terletak di kaki Gunung Rinjani bagian utara. Seluruh kawasan ini masuk Kabupaten Lombok Utara. Namun, debu dan asap itu belum masuk kategori membahayakan.

"Tiupan angin telah menyebabkan debu dan asap kini mengarah dan sudah menjangkau pemukiman warga," ujar Arief Toengkagie, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), di Mataram Selasa (5/5/2009).

Sejumlah desa seperti desa Senaru di Lombok Utara kata Tongkagie, sudah tekena debu dan asap letusan Rinjani. Menurut dia, sementara debu dan asap baru ditemukan di pemukiman warga di kaki gunung bagian utara. Sedangkan di pemukiman warga di kaki gunung bagian selatan belum terkena dampak letusan.

Intensitas debu dan asap itu belum membahayakan bagi warga. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB Heriyadi Rachmat yang dimintai konfirmasi Selasa siang mengatakan, dalam intensitas tertentu, debu dan asap letusan Rinjani memang bisa membahayakan. Namun saat ini, debu dan asap yang menjangkau permukiman kata dia belum sampai pada kategori membahayakan.

"Debu dari letusan itu memang mirip seperti pecahan kaca yang kecil-kecil. Jika dalam intensitas tertentu, bisa merusak penglihatan. Asapnya juga bisa mengganggu pernapasan. Namun sampai saat ini, intensitasnya belum membahayakan," kata Heriyadi.

Meski intensitas letusan terjadi tiap menit, status Rinjani kata Heriyadi masih waspada. Warga hanya dilarang mendaki dan mendekat ke kawah.

Rinjani kini dalam pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana yang berpusat di Bandung. Di ketinggian 2.500 meter dpl, sejak Senin kemarin, pusat vulakonologi telah memasang seismograf untuk pemantauan aktivitas Rinjani. Satu seismograf lain dipasang di ketinggian 1.700 dpl. Dua orang Pemantau Gunung Api, juga disiagakan di pemantauan Sembalun, Lombok Timur.

Dunia Makin Canggih Gaya Menipu Ikut Cangging

Ditipu PT DPM
Para Korban Sempat Cek Lokasi Kerja




Hati-hati buat pengangguran, karena para penipu sekarang sudha mulai membidik segemn ini lihat saja dugaan penipuan oleh PT DPM semakin kuat ketika para calon tenaga kerja kontrak itu mengecek lokasi penempatan. Mereka akhirnya sadar tertipu setelah mengetahui lokasi perusahaan yang dilamar tidak ada hubungannya dengan PT DPM.

"Anak saya, Puspita, katanya ditempatkan di sebuah perusahaan di daerah Gadjah Mada untuk receptionist. Tapi setelah dicek, perusahaan tersebut meminta anak saya membuat lamaran baru," ujar Sanusi, ayah Puspita di kantor PT DPM, Jl Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan, kepada detikcom, Selasa, (5/5/2009).

Tak hanya Puspita, puluhan calon tenaga kerja lainnya banyak yang mengecek kebenaran perusahaan di Pulogadung, Jakarta Timur. Tapi yang didapati, dari perusahaan fiktif, perusahaan abal-abal dan perusahaan yang tidak punya kerjasama dengan PT DPM.

"Bagi orang kebanyakan, mungkin uang Rp 600 ribu sedikit. Tapi bagi saya, uang itu dapatnya juga utang," tambahnya.

Hingga saat ini, proses perundingan secara kekeluargaan masih berlangsung. Para korban cuma meminta uangnya dikembalikan utuh.

"Yang penting dibalikin saja uangnya," ujar Faizal (20), salah satu korban warga Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Jumat, 01 Mei 2009

Menelisik Relasi Sigid dan Antasari

Penembakan Direktur PRB
Menelisik Relasi Sigid dan Antasari


Pembunuhan sadis yang menimpa Nasrudin Zulkarnaen menyeret dua orang populer di negeri ini, Ketua KPK Antasari Azhar dan pemilik koran Merdeka Sigid Haryo Wibisono. Bagaimana kedua orang ini kait mengait?

Salah satu kolega Sigid di koran Merdeka, Boni Hargens, mengakui bahwa kedua orang itu cukup dekat. Keduanya pernah bekerjasama dalam suatu bisnis. Sigid juga dikenal murah hati menggelontorkan duit bagi sahabatnya yang membutuhkan.

"Bahkan jin saja kalau minta uang pasti dikasih," ujar Boni, Jumat (30/4/2009).

Kapolri Jenderal BHD pada Kamis (29/4/2009) kemarin menyebutkan bahwa dari 9 orang yang diduga terlibat pembunuhan, dua di antaranya berstatus pengusaha.

Sumber di kepolisian menyebutkan bahwa salah satu pengusaha itu adalah Sigid, pengusaha yang mantan politisi Golkar dan PKB. Peran Sigid adalah mendonasi pembunuh bayaran yang menghabisi Nasrudin yang jumlahnya miliaran rupiah.

Sumber di lingkaran keluarga Nasrudin menceritakan, Nasrudin dan Antasari yang sebelumnya cukup dekat sebagai teman main golf dan tenis, memiliki wanita idaman lain (WIL) yang sama, yang akhirnya keduanya terlibat konflik dan saling ancam membongkar borok masing-masing.

Antasari lalu menceritakan konfliknya itu kepada Sigid. "Mungkin Antasari hanya berkeluh kesah tentang masalahnya, tidak menyuruhnya membunuh. NamunSigid keblalasan membunuh Nasrudin," duga sumber tersebut.

Sementara sumber di kepolisian juga menyatakan, dalam menghadapi perseteruannya dengan Nasrudin, Antasari mencari bantuan Sigid. Sigid yang punya banyak kenalan lalu mempertemukan Antasari dengan seorang kombes polisi berinisial W yang pernah menjadi Kapolres di Jakarta. W saat ini juga telah diciduk polisi. Berkat W jugalah eksekutor di lapangan ditemukan.

"SHW menjanjikan bayar Rp 5 miliar," ujar sumber itu. Namun kenyataannya, tak sebanyak itu yang diterima oleh para operator dari berbagai level itu.

Kolega Sigid, Boni Hargens, tidak yakin Sigid terlibat pembunuhan tersebut. Kalaulah Sigid memberi kucuran uang pada seseorang, bukan berarti Sigid terlibat dalam kasus di mana uang itu digunakan.

Sementara Antasari menyangkal kabar-kabar keterlibatannya dalam kasus durjana ini pada Kamis pukul 22.30 WIB. Sedangkan polisi baru membuka kasus ini lebar-lebar pada Senin 4 Mei mendatang.

Upah Membunuhnya Rp2 M Ketua KPK Tersangka

Sembilan Tersangka, Dua Buron, Pejabat Tinggi Pun Terlibat baru saja ketua KPK diumumkan sebagai tersangka baru dalam kasus ini


Pelaku pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen dibayar Rp2 miliar. Namun pelaku eksekutor baru dibayar Rp250 juta.

Kasus penembakan Nasrudin Zulkarnaen diduga juga melibatkan pejabat negara. Namun pejabat itu pangkatnya tidak tinggi. Dan nama Ketua KPK Antasari Azhar, sempat disebut-sebut.


Sebelumnya Mabes Polri telah menetapkan 9 orang tersangka pembunuhan Nasrudin. Salah satunya Komisaris Utama PT Pers Indonesia Merdeka (PIM) Sigid HaryoWibisono, 42. Sedangkan dua tersangka lain masih buron.


Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji mengatakan, dirinya lupa nama-nama pelakunya. ”Inisialnya SH (Sigid Haryo, red), karena penyelidikan ini masih terdapat missing link dan masih ada yang belum menyambung. Karena masih ada pelaku yang belum tertangkap. Ada dua orang yang sedang masih dikejar,” ujarnya di Mabes Polri kemarin petang.


Jendral bintang tiga ini belum bisa memastikan dua pelaku yang masih buron merupakan otak pembunuhan Nasrudin atau bukan. Dan pihaknya sangat berhati-hati dalam mengungkap kasus pembunuhan ini. ”Semuanya


orang-orang penting,” tegasnya.
Polisi menyebutkan, kasus ini melibatkan pejabat negara. Namun pejabat itu pangkatnya tidak tinggi. Ya, tidak terlalu tinggi, tapi bagi penyidik tidak perlu tinggi-tinggi. ”Dan itu tidak berpengaruh,” ucapnya.
Saat ditanya wartawan, apakah ada mantan Kapolres yang terlibat? ”Kita nggak lihat pekerjaannya, yang kita lihat orangnya. Tadi dia bertemu dengan Kapolri membicarakan mengenai Nasrudin. Kalau sudah selesai semua ini akan diumumkan oleh Kapolri. Karena hari ini pun kita bekerja keras,” kata dia.


Susno kembali menegaskan, motif pembunuhan Nasrudin adalah masalah pribadi. Penyelidikan petugas belum mengarah ke motif asmara. Yang penting pembunuhannya.”Kita tidak ada urusan,” tegasnya.


Sebelum terjadinya pembunuhan Direktur PRB Nasrudin, sembilan pelaku berbagi tugasnya masing-masing. Bahkan menurut informasinya, diduga pelaku menawarkan dana sejumlah Rp2 miliar untuk menghilangkan nyawa Nasrudin. Namun eksekutor penembakan itu baru dibayar sekitar Rp250 juta. Hingga kini, petugas masih mengejar dua pelaku lainnya yang masih buron.


Sementara itu, nama pejabat tinggi yang terlibat dalam kasus penembakan Nasrudin hingga tadi malam masih misterius. Beredar kuat bahwa pejabat tinggi negara itu adalah pejabat penegak hukum. Dia dikabarkan ditangkap di Lembang, Bandung. Namun pejabat yang bersangkutan yang diketahui adalah Ketua KPK Antasari Azhar yang disebut-sebut, membantahnya.


Setelah ditunggu berjam-jam, Ketua KPK Antasari Azhar muncul di Kompleks Perumahan Giri Loka 2, Bumi Serpong Damai, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Antasari muncul pukul 22.50 WIB, tadi malam dengan menggunakan sedan Camry B 183 DT. Dia dikawal oleh tiga orang.


Saat dicegat wartawan, Antasari mengaku kaget. ”Enggak, enggak benar itu. Saya itu malah melindungi Nasrudin. Dia itu saksi saya, karena dia beberapa kali melaporkan dugaan korupsi di RNI beberapa bulan lalu,?” katanya. Antasari yang tadi malam berbaju batik merah lengan panjang itu heran dengan menyebarnya isu penangkapan dirinya. ”Saya siap kalau diperiksa polisi karena saya juga penegak hukum. Tidak mungkin saya kabur,” ujarnya.


Nasrudin, kata Antasari, pernah berkonsultasi terkait tidak ditempatkannya dia sebagai direktur SDM di PT RNI (Rajawali Nusantara Indonesia). ”Padahal saat itu SK sudah turun ketika Meneg BUMN dijabat Sugiharto,” katanya. Antasari tidak ingin menyelidiki siapa penyebar isu itu. ”Saya ini penegak hukum, bekerja berdasar hukum,” ujarnya.


Antasari mengaku mendengar isu seputar pemeriksaan dirinya tersebut. Ada pula, lanjutnya yang menghembuskan kabar bahwa dia lari ke Australia. ”Malah tadi ada yang menelepon saya nanya, Pak, ditahan di mana?” ungkapnya.


Mengenai ketidakhadirannya dalam acara di Kementerian Negara BUMN, Antasari mengatakan, acara tersebut terkait dengan upaya pencegahan korupsi. Karena itu, dia mewakilkan kepada Wakil Ketua KPK bidang pencegahan Haryono Umar untuk hadir. ”Saya minta Pak Haryono yang datang, jadi saya berbagi lah,” jelas dia lantas masuk mobil.


Bos Surat Kabar


Kemarin petang, Direktur Pusat Pengkajian Strategi Merdeka, salah satu lembaga pemikir di koran Harian Merdeka, Bonny Hargens, menjenguk bosnya yang merupakan Komisaris Utama PT PIM, Sigid di Rutan Polda Metropolitan Jakarta Raya.


Bonny mengaku sangat syok dan terpukul dengan penangkapan terhadap bosnya itu. Apalagi Sigid dituding menjadi otak penembakan dan pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnaen. ”Mari kita serahkan kasus ini ke dalam proses hukum. Tapi saya minta polisi profesional dalam menangani kasus ini,” ujar Bonny yang juga pengamat politik ini.


Dia juga mengaku sangat dekat dengan Sigid dan tidak melihat karakter koleganya itu mengarah ke kasus yang dituduhkan polisi. ”Tapi saya tak mau mengomentarinya lebih jauh. Biarkan penyidik yang bekerja,” ujarnya.


Bonny mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan Sigid pada Rabu malam (29/4) atau beberapa saat sebelum Sigit ditangkap. ”Bahkan kemarin pagi masih ketemu beliau, karena memang saya kerja di kantornya dia (Sigit). Juga di hari-hari sebelumnya,” tandasnya.


Tapi ia tidak menampik kalau penangkapan Sigid ini sangat bernuansa politis khususnya menjelang Pilpres 2009 ini. “Seperti anda tahu dia dekat dengan putrinya Gus Dur (Yenny Wahid, red) lalu bergabung menjadi pengurus PKB-nya Gus Dur, kebetulan pula partai yang dimasukinya itu berseberangan dengan partai pemerintah. Silakan anda analisis sendiri,” ujarnya.


Pimpinan Redaksi Harian Merdeka Mulyana W.Kusumah saat ditemui di kantornya hanya mengatakan kalau dirinya sangat terkejut dan terpukul pula. “Saya belum yakin kalau Sigit terlibat apa yang dtuduhkan polisi. Saya harus cari tahu lagi. Saya nggak mau ngomong banyak,” tegas Mulyana lalu langsung masuk ke mobilnya.


Sumber kuat di Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya mengatakan kalau pihaknya masih mengejar dua tersangka lain yang terlibat dalam pembunuhan itu yang dalam waktu dekat akan tertangkap. ”Semuanya baru sembilan orang yang diamankan, mulai dari eksekutor di lapangan sampai otak pembunuhan atau si penyandang dananya. Nah yang kami kejar termasuk kategori otak pembunuhan atau perancangnya,” ujar sumber itu singkat.


Sigid kelahiran Solo 11 November 1966 itu sering disapa SHW oleh koleganya. Suami Sri Hapsari ini dikaruniai 4 anak. Dia mearih gelar sarjana ekonomi di Universitas Diponegoro Semarang. Dia juga alumnus Lemhannas. Pada November tahun lalu ia meluncurkan buku hasil buah tangannya yang berjudul ”Membangun Pilar Persatuan dan Kesatuan Bangsa”.


Karir pengusaha sukses di bidang politik ini juga tergolong moncer. Dia pernah menjadi anggota DPRD I Jawa Tengah dari Golkar. Tapi, Agustus 1998 dia mengundurkan diri lalu pindah ke Jakarta untuk menjadi Asisten Pribadi Menteri Kehakiman saat itu.


Selanjutnya dia manjabat sebagai Penasihat Menteri Sosial Bidang Khusus Kabinet Gotong Royong 2002-2004, lalu Penasihat Menteri Sosial Bidang Khusus Kabinet Indonesia Bersatu 2004-2006. Kemudian menjabat sebagai Staf Khusus Menteri Sosial bidang Sosial Ekonomi pada 2005-2007.
Saat ini jabatan politiknya adalah sebagai anggota Dewan Syuro DPP PKB pimpinan Gus Dur dan terlihat ”akrab” dengan putri Gus Dur yang juga ketua DPP PKB Gus Dur, Yenny Wahid.


Di bidang bisnis pun karir Sigit cemerlang, setelah mengakuisisi majalah Maestro terakhir ia pada 10 November 2008 ia mendirikan PT Pers Indonesia Merdeka dengan menerbitkan Harian Merdeka berikut situs digitalnya.


Sehari-harinya, menurut beberapa karyawan di kantornya, Sigit selalu berpenampilan sangat necis dengan mengenakan setelan jas atau kemeja batik sutera. Mobil pribadinya pun kerap berganti seperti Jaguar, Lexus, Morris Mini maupun Land Rover Cruiser Turbo seri terbaru. *