Kamis, 26 Desember 2013
Temuan Bom dalam Tas di Panongan Tangerang
Sebuah tas berisi bom ditemukan di sebuah warteg di Jalan Raya Korelet, Desa Ranca Iyuh, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang oleh pemilik warung pada Rabu (25/12) siang. Bom tersebut berjenis low explosive.
Menurut sang pemilik warung, tas berisi bom itu sudah berada di warungnya sejak sehari sebelumnya. Pemilik warung bahkan sempat menyimpan tas tersebut menunggu pemilik tas kembali. Karena pemilik tas tak juga datang, pemilik warung itu lalu membuka tas. Mengejutkan, tas tersebut ternyata berisi bom.
Atas temuan itu, pemilik warung segera menghubungi polisi. Menurut Kapolres Kabupaten Tangerang Kombes Irfing Jaya, diduga tas berisi bom tersebut tertinggal oleh pelaku. Namun belum diketahui siapa pemilik bom dan motif pembuatan bom tersebut.
"Dugaan motif masih kita selidiki, kemungkinan pelaku lupa membawa tas tersebut setelah dari warteg," ujar Kapolres Kabupaten Tangerang, Kombes Irfing saat dikonfirmasi, Rabu (25/12/2013) malam.
Saat ini bom tersebut sudah berhasil dijinakkan. Polisi juga telah memberi garis kuning di sekitar lokasi.
Berikut kronologi penemuan bom di warteg di Panongan, Kabupaten Tangerang yang diperoleh detikcom. Polisi menerima laporan dari pemilik warung soal temuan tas berisi bom. Menurut pemilik warung, bom tersebut sudah berada di warungnya sejak sehari sebelumnya.
Pukul 15.00 WIB
Kapolsek Panongan dan anggota langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Dari hasil pengamatan atas benda itu yang dibantu oleh Pawas Res AKP Agus Hermanto dan Kapolsek Curug Kompol Gatot diperoleh petunjuk bahwa benda tersebut kuat dugaan adalah bom.
Polisi lalu melakukan netralisir di sekitar lokasi dan memasang garis kuning, serta berkoordinasi dengan regu Jihandak Polda Metro Jaya.
Pukul 17.55 WIB
Regu Jihandak Polda Metro Jaya pimpinan Ipda Agung tiba di TKP.
Pukul 18.20 WIB
Regu Jihandak Polda Metro Jaya mulai bekerja memeriksa benda tersebut
Pukul 18.45 WIB
Pemeriksaan terhadap benda selesai. Regu Jihandak lalu memindahkan benda itu ke sebuah tanah lapang untuk dijinakkan.
Pukul 18.52 WIB
Regu Jihandak mencoba meledakkan bom. Namun karena lain hal maka benda itu dibawa ke Komando Polresta Tangerang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Selasa, 24 Desember 2013
Di Bekasi, Polisi Amankan 161 Wanita yang Hendak Dijual
Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Umum (Tipidum) Bareskrim Polri menggeledah rumah di Jalan Cendana 14 No 21 Jaka Sampurna, Bekasi. Di dalam rumah tersebut ada 161 wanita yang diduga hendak diselundupkan ke luar negeri.
"Dari hasil penggeledahan yang kita lakukan, kita berhasil bebaskan 161 orang wanita yang rencananya mau dijual ke Singapura dan Malaysia," ujar Kepala Unit (Kanit) III Trafficking, Direktorat Tindak Pidana Umum (Tipidum) Bareskrim Polri, AKBP Arie Dharmanto saat dihubungi detikcom, Selasa (24/12/2013). Penggeledahan dilakukan Senin (23/12) pukul 22.30 WIB.
Arie mengatakan, awal mula penggrebekan tersebut dari laporan warga yang diterima pihak kepolisian. Warga curiga dikarenakan banyaknya penghuni rumah dan tidak ada satupun yang diperbolehkan keluar.
"Tadi siang kita terima laporan dari masyarakat sekitar yang menduga ada beberapa orang yang disekap. Setelah mendapat laporan, kita langsung menuju lokasi dan melihat keadaaan rumah terkunci. Kita buka kuncinya dan kaget ternyata di dalamnya ada ratusan orang," jelas Arie.
Arie mengatakan, ratusan wanita yang berhasil diselamatkan dari rumah tersebut akan diperiksa untuk dimintai keterangan. Dan polisi juga masih mencari pemilik rumah yang saat penggrebekan tidak ada di tempat.
"Pemiliknya sedang berada di Singapura, tapi kita akan meminta keterangan dari para korban," imbuh Arie.
Rabu, 06 Februari 2013
Video Praja IPDN Sulawesi Utara Tewas di Kampus Sadis
Video Praja IPDN Sulawesi Utara Tewas di Kampus Sadis
TEMPO.CO, Manado - Ada dua rekaman video amatir detik-detik kematian praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kampus Sulawesi Utara, Yonoli Untajana, 22 tahun, yang menunjukkan penyebab kematian praja asal Tual ini. Video yang direkam oleh warga Desa Tampusu ini memperlihatkan Yonoli saat melintasi rintangan air ketika mengikuti kegiatan pra-Resimen Mahasiswa.
Rekaman video yang menunjukkan kejadian berurutan terlihat bagaimana Yonoli, yang awalnya berenang dari pinggiran kolam, tiba-tiba berhenti di tengah kolam, lalu mulai timbul-tenggelam sebelum kemudian tenggelam dan tidak bisa diselamatkan lagi.
Dua rekaman tersebut masing-masing berdurasi 29 detik untuk video pertama dan bagian kedua hanya berdurasi 15 detik. Tampak jelas terlihat ketika Yonoli yang masih segar bugar hingga ketika Yonoli kehabisan napas di dalam kolam yang berlumpur dan penuh rerumputan tersebut.
Pada rekaman bagian pertama, terlihat ada dua orang praja lainnya yang sudah berada di air. Yonoli sendiri baru berenang dengan gesit dan cepat dari pinggiran kolam ke tengah, di belakang dua orang praja yang telah terlebih dahulu berenang. Namun, ketika sudah berada di tengah kolam, tiba-tiba Yonoli terdiam. Dan sesaat kemudian, Yonoli mulai menggapai-gapai di air sembari timbul-tenggelam.
Dalam rekaman ini sendiri juga terdengar jelas suara-suara orang tertawa dan memanggil nama Yonoli. "Yonoli wei Yonoli so abis. Bale yonoli. (Yonoli hei Yonoli sudah habis. Balik Yonoli)," demikian kata-kata yang terekam dalam video rekaman tersebut.
Di dalam rekaman tersebut juga tampak jelas tak ada upaya pertolongan dari dua orang praja berseragam lengkap yang berada di pinggir kolam. Bahkan terdengar jelas suara dalam rekaman tersebut saat Yonoli sudah mulai kehabisan napas. Para praja yang tidak berada di air berteriak dengan nada mencibir Yonoli, "Wei-wei Yonoli Yonoli dia nintau batobo kwa (wei-wei Yonoli Yonoli dia tidak tahu berenang)."
Sedangkan dalam rekaman bagian kedua tampak kepanikan luar biasa mulai terlihat. Sudah ada dua orang lainnya di dalam kolam renang bersama Yonoli, yang sudah sangat kepayahan timbul-tenggelam. Orang yang hendak menolong Yonoli tersebut tampak masih sangat lincah berenang sembari berteriak minta kayu kepada rekan-rekannya yang berada di darat.
Sayangnya, permintaan kayu oleh salah seorang praja yang bermaksud menolong Yonoli malah disambut candaan dan cibiran terhadap Yonoli. Terdengar jelas dalam rekaman tersebut ketika si penolong meminta kayu, praja yang berada di darat sembari tertawa justru mengatakan bahwa Yonoli banyak gaya. "Itu kwa kabal bagaya le (itu keras kepala, bergaya lagi)," terdengar jelas suara mencibir dan diselingi teriakan minta kayu. Sementara, di dalam rekaman, Yonoli mulai tak terlihat lagi di permukaan.
ISA ANSHAR JUSUF
sumber
http://www.tempo.co/read/news/2013/02/03/079458725/Detik-detik-Terakhir-Praja-IPDN-Masih-Ditertawakan
Berita sebelumnya
Praja IPDN Sulut Tewas Saat Mengikuti Orientasi Kampus
26-01-2013 09:37
MANADO, KOMPAS.com รข€" Jonoly Untayanadi (25), mahasiswa tingkat tiga kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sulawesi Utara atau Sulut, tewas ketika mengikuti kegiatan orientasi, Jumat (25/1/2013). Korban merupakan mahasiswa pindahan dari IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.
Saat dibawa ke Rumah Sakit Prof Kandou Manado, dari mulutnya keluar darah. "Sebelum ini, dia (korban) juga pernah masuk rumah sakit karena disiksa. Orangtuanya ada di Tual, Maluku Tenggara. Bapaknya baru meninggal sebulan yang lalu," ujar Anton Jabarmase (49), salah satu kerabat korban, ketika berada di kamar jenazah RS Malalayang.
Menurut Anton, korban meninggalkan rumahnya di Tikala Baru, Manado, pada Kamis (24/1/2013) sekitar pukul 08.00 pagi. Waktu itu korban terlihat terburu-buru pergi. Kampus IPDN Sulut sendiri berada di Tampusu, Kecamatan Remboken, Minahasa.
"Tidak bisa terlambat katanya," ujar Anton menirukan ucapan Jonoly.
Setiap kali libur, Jonoly bersama rekan-rekannya sering mendatangi rumah keluarga Anton di Manado. Kamis sekitar pukul 12.00 siang, korban masih sempat menelepon kakaknya. Menurut keluarga, hingga kini belum ada informasi yang mereka terima dari kampusnya.
Ketika dipindahkan dari Rumah Sakit Bukit Moria Tomohon ke Rumah Sakit Malalayang, Manado, hanya ada satu orang dari IPDN yang menemani serta Kepala Polsek Remboken AKP Jemmy Laluyan. Menurut Laluyan, pihaknya menerima informasi justru dari camat, bukan dari pihak kampus.
"Kita akan selidiki nanti seperti apa bentuk kegiatan orientasi lapangan serta akan meminta keterangan saksi-saksi," ujar Laluyan.
sumber
http://regional.kompas.com/read/2013/01/26/08193556/Praja.IPDN.Sulut.Tewas.Saat.Mengikuti.Orientasi.Kampus?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp
Comment:
Mana si sapitri?
beginikah "seleksi alam untuk mencari kader terbaik" itu?
hal seperti ini jelas sudah termasuk pidana
Dalam KUHP
Pasal 531
Barang siapa ketika menyaksikan bahwa ada orang yang sedang menghadapi maut tidak memberi pertolongan yang dapat diberikan padanya tanpa selayaknya menimbulkan bahaya bagi dirinya atau orang lain, diancam, jika kemudian orang itu meninggal, dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
busyet ancaman pidananya sangat ringan..
Sumber dari http://kask.us/g5Ay3 oleh cronus111
Minggu, 13 Januari 2013
Suami dan Anak Wanita Hamil 8 Bulan Tewas di Taksi Ditemukan di Hutan
Dari hasil penyelidikan, dua mayat itu diidentifikasi Polres Madiun sebagai suami dan anak dari Retno Sugiarti, perempuan yang meninggal di dalam taksi di Jalan Margobawero Kecamatan Taman Kota Madiun, Rabu (9/1/2012).
"Dua mayat lelaki dan perempuan tanpa identitas ini ditemukan warga yang sedang menengok kebun ketela pohon. Hingga saat ini hanya ditemukan handphone saja yang tertinggal di salah satu korban," kata Kapolsek Kare AKP Sukarten kepada wartawan, Minggu (13/1/2013).
Setelah mendapatkan laporan dari warga pihak kepolisian segera mengirimkan tim untuk melakukan olah TKP di lokasi.
"Setelah melakukan penyelidikan dua mayat diduga sebagai Aan dan Nia, suami dan anak dari mayat dalam Taksi Bima. Tapi untuk lebih meyakinkan, kita masih memperdalam penyelidikan," jelas Kasatreskrim Polres Madiun AKP Eddy Susanto.
Identitas kedua mayat diketahui dari penelusuran panggilan tak terjawab yang ikut ditemukan pada mayat.
"Bersama mayat kita temukan HP yang mati. HP kita hidupkan dan menghubungi dari nomor yang tertera pada panggilan tak terjawab pada tanggal 9 Januari 2013. Akhirnya kita bisa komunikasi dengan Ibu Senen, warga Jalan Kemuning Kota Madiun. Dari percakapan itu HP hitam merupakan milik Aan yang hingga saat ini juga tengah dicari polisi," tambah AKP Eddy Susanto.
Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui modus dari kematian para korban. Salah satunya memanggil keluarga Retno Sugiarti (35) untuk mengenali mayat di RSUP Soedhono Kota Madiun.
Selasa, 01 Januari 2013
Tabrak Luxio Hingga 2 Orang Tewas, Anak Hatta Rajasa Dites Urine
Jakarta - Polisi mengamankan anak Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, Rasyid Amrullah yang mengemudikan BMW X5 karena menabrak Daihatsu Luxio sehingga menyebabkan dua orang meninggal. Polisi juga melakukan tes urine kepada Rasyid.
"Langkah-langkah yang telah dilakukan mengamankan kedua pengemudi, mengamankan barang bukti kendaraan ke Mako Pancoran dan urine telah diperiksa di RS Kramat Jati," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto kepada detikcom, Selasa (1/1/2013).
Namun belum diketahui bagaimana hasil tes urine tersebut. Rasyid diperiksa bersama pengemudi angkot Luxio, Frans Joner Sirait umur (37).
Sebelumnya, polisi telah mengkonfirmasi mengenai pengemudi BMW yang menabrak Daihatsu Luxio sehingga menyebabkan dua orang tewas. Si pengemudi, Rasyid Amrullah merupakan anak dari Menteri Perekonomian Hatta Rajasa.
"Betul mas. Saya baru terima informasi laporan dari Lantas Metro. Sekarang dalam proses di Metro," tutur Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Suhardi Alius menjawab pertanyaan wartawan mengenai apakah Rasyid merupakan putra dari Hatta Rajasa, Selasa (1/1/2013).
Kepastian dari Suhardi ini mengklarifikasi kabar yang berhembus sejak siang tadi. Hatta diketahui memiliki putra bernama Rasyid Amrulloh. Selain itu dua huruf belakang di plat mobil BMW yang Rasid kendarai B 272 HR, diketahui cukup identik dengan Hatta Rajasa.
Insiden ini bermula ketika Luxio bernopol F 1622 CY sedang melaju dengan kecepatan sedang di ruas dua jalan tol Jagorawi yang mengarah ke Bogor sekitar pukul 06.00 WIB. Tiba-tiba mobil ini diseruduk oleh BMW bernopol B 272 HR dari arah belakang, yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Insiden terjadi di ruas jalan tol Jagorawi tepatnya di daerah Cililitan. Dua orang penumpang Luxio yang duduk di kursi belakang meninggal. Mereka aadalah Harun (60) dan Raihan (1,5).
Selain dua orang tersebut, juga terdapat 3 korban di mobil Luxio, yang mengalami luka-luka, yakni Rival (8 tahun), Nung (32 tahun), dan Norman (41 tahun).
Hatta Mohon Doa Restu Agar Bisa Hadapi kasus yang Terjadi pada Rasyid
Jakarta - Hatta Rajasa meminta maaf pada keluarga korban Luxio. Hatta juga meminta dukungan agar keluarganya bisa menerima musibah yang melibatkan anaknya Rasyid Amrullah.
"Mohon doa restu agar kami bisa menerima musibah ini," terang Hatta.
Hatta menyampaikan itu dalam jumpa pers di kediaman pribadinya di Cipete, Jaksel, Selasa (1/1/2013) malam ini.
Hatta didampingi istrinya Oktinawati Ulfa Dariah yang menangis selama jumpa pers, serta seorang putranya.
"Kami berbela sungkawa yang sangat dalam atas meninggalnya 2 saudara kita," imbuh Hatta dengan terbata-bata.
"Kami menyampaikan keprihatinan yang dalam, sekaligus mohon maaf yang sebesarnya-besarnya," jelas Hatta lagi.
Seperti diketahui, putra bungsu Hatta Rajasa terlibat dalam kecelakaan maut di Tol Jagorawi pagi tadi. Kecelakaan itu bermula ketika Luxio bernopol F 1622 CY yang sedang melaju dengan kecepatan sedang di ruas dua jalan tol Jagorawi yang mengarah ke Bogor sekitar pukul 06.00 WIB diseruduk oleh BMW bernopol B 272 HR dari arah belakang.
BMW yang dikendarai oleh Rasyid diketahui melaju dengan kecepatan tinggi. Dua orang penumpang Luxio yang duduk di kursi belakang meninggal. Mereka adalah Harun (57) dan Raihan (14 bulan).
Selain dua orang tersebut, juga terdapat 3 korban di mobil Luxio, yang mengalami luka-luka, yakni Rival (8 tahun), Nung (32 tahun), dan Supriyati (30 tahun).
Sebelumnya, polisi telah mengkonfirmasi mengenai pengemudi BMW yang menabrak Daihatsu Luxio sehingga menyebabkan dua orang tewas. Si pengemudi, Rasyid Amrullah merupakan anak dari Menteri Perekonomian Hatta Rajasa.
"Betul mas. Saya baru terima informasi laporan dari Lantas Metro. Sekarang dalam proses di Metro," tutur Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Suhardi Alius membenarkan Rasyid merupakan putra Hatta Rajasa.
Kasus kecelakaan ini ditangani Polda Metro Jaya. Pengemudi Luxio masih diminta keterangan oleh polisi. "Pelaku (Rasyid) sudah dilakukan pemeriksaan awal namun karena kondisi pelaku ini trauma dan ada benturan, sekarang yang bersangkutan dirawat di salah satu rumah sakit," tutur Sudarmanto.
Hatta: Rasyid Sakit Maag dan Trauma Psikologis Berat
Hatta Rajasa (Foto: Iqbal) Jakarta - Putra Hatta Rajasa, Rasyid Amrullah saat ini dalam kondisi tertekan. Rasyid mengalami trauma psikologis setelah terlibat dalam kecelakaan yang menewaskan 2 orang di Tol Jagorawi.
Dalam jumpa pers di kediamannya di Fatmawati, Jaksel, Selasa (1/1/2013), Hatta mengungkapkan penyakit yang diderita anaknya. "Putra kami Rasyid sebetulnya sedang dalam perawatan maag yang cukup berat dan saat ini setelah terjadi peristiwa ini, dia mengalami trauma psikolgis yang sangat dalam dan berat dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit,": ujar Hatta.
Hatta juga meminta dukungan agar keluarganya tabah menghadapi musibah ini. Hatta juga berulang kali menyampaikan rasa duka kepada keluarga korban sekaligus memohon maaf atas kecelakaan di Tol Jagorawi pagi tadi.
"Kami akan terus memberikan perhatian yang tinggi pada kluarga korban dan yang sedang dirawat di rumah sakit. Kami baru sampaikan malam ini karena perhatian saya tertuju sepenuhnya pada keluarga korban," imbuhnya.
Akibat kecelakaan ini, dua orang penumpang Luxio yang duduk di kursi belakang meninggal yaitu Harun (57) dan Raihan (14 bulan).
Selain korban meninggal, 3 orang di moblil Luxio mengalami luka-luka yakni Ibu Rahihan, Nung (32), Rival, Supriyati.
Sabtu, 29 Desember 2012
Ini Kronologi Pembunuhan Keji Siswi SMK Bogor
Mayat Ayu sendiri ditemukan di Sungai Leuwilusung, Cileungsi, Sabtu (22/12) lalu. Setelah sepekan melakukan pengusutan, polisi akhirnya membekuk dua pelaku yang ternyata merupakan teman sekolah korban. Dua pelaku berinisial MA dan MY.
Kapolres Bogor, AKBP Asep Safrudin mengatakan, modus pembunuhan karena Pelaku MA tidak mau bertanggungjawab atas kehamilan Ayu yang sudah lima bulan. Sebelumnya, korban mendatangi tersangka MA meminta pertanggungjawaban karena dirinya hamil.
Merasa didesak terus oleh korban, MA merencanakan untuk menggugurkan kehamilannya dengan mengajak korban ke Kampung Cipeuncang. Dalam aksinya MA dibantu oleh temannya berinisial MY. Pelaku bersama rekannya berencana untuk menggugurkan kandungan korban dengan membawa korban ke salah satu tempat.
Awalnya korban "diSMS" untuk bertemu di lapangan dekat rumah korban. Lalu, MA dan MY mengaja korban pergi menaiki sepeda motor sambil. MA mengendarai motor, lalu duduk ditengah MY, dan korban duduk dibelakang.
Korban diajak pergi untuk berbincang di tempat sunyi di Kampung Cipeuncang. Saat berbincang itulah tiba-tiba pelaku MA membekab mulut dan langsung membanting tubuh korban.
"Pelaku juga mencekik leher korban, setelah kurang 15 menit cekikan dilepas oleh pelaku. Tapi tubuh korban masih bergerak, sehingga MA meminta tolong MY membantunya menghabisi nyawa korban dengan memegang kakinya sedangkan MA tetap mencekik korban hingga 10 menit," kata Kapolres dalam keterangannya, Jumat (28/12).
Usai mencekik korban, ke dua pelaku lalu mengangkat tubuh korban ke sungai yang berjarak kuran lebih lima meter dari tempat kejadian. Kemudian tubuh korban dilempar ke sungai.
Korban Pembajakan Tewas Setelah Loncat dari Angkot yang Melaju Kencang
Jakarta - Haerudin (42) tak seberuntung korban pembajakan lainnya yang ikut meloncat saat angkot melaju kencang. Haerudin tewas di tempat setelah meloncat dan terjatuh di aspal.
"Temen saya Rifki loncat duluan. Angkot lagi kencang, saya nyusul. Terus ada bapak-bapak nyusul lompat, dia yang meninggal," ujar penumpang yang juga menjadi korban, Azzam (16), di UGD RS UKI, Jakarta Timur, Sabtu (29/12/2012).
Azzam mengatakan di dalam angkot tersebut ada sekitar 7 orang termasuk sopir. 4 penumpang dibelakang laki-laki dan 2 di depan wanita. 4 penumpang dibelakang berhasil melarikan diri dengan cara meloncat.
"2 Penumpang wanita di depan sempat disuruh turun oleh mereka," paparnya.
Saat meloncat dan terjatuh Azzam tidak ingat apa-apa lagi karena dirinya pingsan. Dia baru sadar saat berada di UGD RS UKI.
"Saya pas jatuh tidak sadar, pingsan. Yang bawa saya kesini polisi," tuturnya.
Azzam mengaku dirinya mengalami luka tusuk di paha sebelah kanan. Saat loncat keluar, kepala bagian belakangnya membentur aspal namun tidak terluka.
"Ditusuk pas dia malak minta HP, saya juga kejedot aspal dibelakang kepala, tapi ngga berdarah. Saya sempat pingsan," imbuhnya.
Sementara itu, Agti, petugas KOAS RS UKI, mengatakan Haerudin sudah dalam kondisi tewas saat dibawa ke RS UKI.
"Pas dibawa kesini tidak ada nafas. Nafas dan nadi tidak teraba, di IKG juga sudah flat," jelasnya.
Petugas keamanan RS UKI mengataka Haerudin memiliki KTP Makassar, Sulawesi Selatan. Saat ini jenazahnya dibawa ke RS Polri, Krmatjati untuk divisum.
Sopir Asli yang Angkotnya Dibajak Minta Polisi Razia Pengamen Pemalak
Jakarta - Pembajakan angkot 06A jurusan Kampung Melayu-Gandaria yang menewaskan satu orang pada Jumat (28/12) malam membuat para sopir resah. Lili (29), sopir asli angkot yang dibajak tersebut, menuntut polisi mengadakan razia terhadap para pengamen agar tidak lagi terjadi peristiwa serupa.
"Kalau dirazia kan bagus, jadinya penumpang tenang," ucap Lili di halaman Polsek Metro Jatinegara, Jalan Otto Iskandardinata Jakarta Timur, Sabtu (29/12/2012) dini hari.
Lili adalah 'sopir batangan' alias sopir asli dari angkot yang dibajak. Sementara angkot tersebut dikemudikan oleh sopir tembak Lobu Ucok (17) saat peristiwa pembajakan terjadi. Bersama Yanto (25), rekan satu Pool angkotnya, Lili dimintai keterangan di Polsek Jatinegara. Keduanya mengaku resah terhadap ulah para pengamen yang sering memalak penumpang angkot. Mereka khawatir jikalau masyarakat berpaling dari angkot lantaran takut jiwa dan hartanya terancam.
"Penumpang kan jadi resah kalau begini. Kalau ada kayak gitu kan penumpang juga nggak mau masuk, kita juga merasa dirugikan," keluh Lili seraya menghisap rokoknya dalam-dalam.
Lili telah merasa jengkel dengan ulah para pengamen yang mengancam penumpang, karena itu berarti ancaman bagi keselamatan dapur keluarga mereka. Lili mengungkapkan sejumlah pengamen sering 'mangkal' di kawasan Jatinegara dan sekitarnya.
"Anak-anak Punk juga rese, kalau penumpang nggak ngasih duit dia marah-marah," ujar Lili.
"Mereka itu nongkrongnya di Jalan Urip Sumoharjo, sebelum pasar burung kan ada halte tuh, di situ pada nongkrongnya," timpal Yanto yang juga jengkel dengan ulah para pengamen pemalak.
Kamis, 27 Desember 2012
Polisi: Livina Ngebut Karena Serempet Kendaraan Lain
Jakarta - Polisi belum bisa memintai keterangan dari sopir dan penumpang
"Dari keterangan saksi di tempat kejadian, Livina ini menyerempet mobil Taruna yang baru keluar dari cafe," kata Kasat Lantas wilayah Jakarta Selatan, Kompol Hindarsono, saat dihubungi detikcom, Kamis (27/12/2012).
Kendaraan yang dikendarai Andika dan seorang rekannya yang
"1 kilometer jalan Livina menabrak 3 motor yang sedang menambal ban," papar Hindarsono.
Saking kerasnya menabrak, motor yang terparkir itu terseret hingga ke jarak 6-7 meter. Mobil pun tiba-tiba nyungsep menabrak gerobak pecel lele yang tengah melayani pembeli. Mobil baru berhenti setelah melabrak Avanza yang ada di depannya.
"Korban ada 7 orang. Dua meninggal dunia, 1 di lokasi kejadian dan satu lagi di rumah sakit," papar Hindarsono yang turun langsung di tempat kejadian.
Saat ini pihaknya masih menunggu baik korban dari warga serta sopir dan penumpang dinyatakan sembuh oleh pihak rumah sakit.
"Setelah itu baru dilak]ukan pemeriksaan," kata Hindarsono.
Orangtua Sopir Maut di Jl Ampera Raya Datangi RS Fatmawati
Jakarta - Orangtua Sopir maut Andika Pradika (27), yang mengendari Nissan Livina dan mengalami kecelakaan di Jl Ampera Raya, Jaksel, datangi RS Fatmawati. Ibunda sang sopir tampak membersihkan bekas darah yang masih menempel di tubuh anaknya tersebut.
Pantauan detikcom di RS Fatmawati, keluarga datang sekitar pukul 05.00 WIB, Kamis (27/12/2012). Mereka menuju ruang Instalasi Gawat Darurat IIGD) tempat Andika terbaring lemah akibat kecelakaan tadi malam dan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan warga.
Pihak keluarga enggan memberikan komentar saat disinggung mengenai kecelakaan yang menewaskan dua orang dan melukai empat orang lainnya. Selain membersihkan luka di tubuh Andika, sang terlihat menyelimuti anaknya dengan selimut putih.
"Mama sini," ujar Andika. Sang ibu kemudian menempelkan tangan ke kening Andika untuk menenangkan.
Sopir Maut Livina Negatif Konsumsi Narkoba, Terindikasi Mabuk Alkohol
Jakarta - Polisi tidak mendapati sopir dan penumpang Livina maut yang terlibat kecelakaan di Jl Ampera Raya, Jaksel, mengkonsumsi narkoba. Namun, polisi menduga sang sopir, Andika Pradika (27) mabuk alkohol.
"Saat anggota menolong dari massa yang marah, tercium bau alkohol dari mulut sopir," kata Kasatlantas wilayah Jaksel, Kompol Hindarsono, saat dihubungi detikcom, Kamis (27/12/2012).
Meski rumah sakit tidak mendeteksi apakah sopir dan penumpang Livina mengkonsumsi alkohol berlebih, namun dengan menyeruaknya bau alkohol dari mulut keduanya sudah cukup mengindikasikan sopir memacu kendaraannya dalam kondisi mabuk.
"Ya seperti itulah, sopir di bawah kendali alkohol saat mengendarai kendaraannya, sehingga sulit mengontrol," ujar Hindarsono
Polisi sendiri belum memeriksa sopir dan penumpang Livina karena masih dalam kondisi perawaatan. Keduanya mengalami luka setelah sejumlah warga menghakimi dua orang tersebut karena kecelakaan yang menewaskan 2 warga dan 4 warga lainnya.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, Kamis (27/12/2012), di Jl Ampera Raya, persis di depan Gedung Arsip Nasional RI.
Ini Dia Nama Korban Livina Maut di Jl Ampera Raya
Korban tewas:
1. Maulana (46), warga Kemang Timur No 15, RT 10/3, Kelurahan Bangka Kecamatan Mampang Prapatan.
2. Hardianto (33), Perumahan Sinar Lestari indah B 5A, RT 07/006, Kelurahan Kedung Mundu Kecamatan Tembalang.
Korban luka di RS Fatmawati:
1. Zainuddin (52), Jl Duren Tiga RT 2/2, Mampang Prapatan
2. Alex Fernando (27), Jl Bungur IX, Kp Rambutan, Ciracas, Jaktim.
Sementara dua korban luka lainnya belum diketahui identitasnya. Dua korban tersebut dirujuk ke RS JMC, Warung Jati Barat, Jakarta Selatan.
Polisi: Livina Ngebut Karena Serempet Kendaraan Lain
Senin, 24 Desember 2012
Gadis Aceh Ini Diculik dan Dijual ke Malaysia
Informasi itu disampaikan Kapolres Bireuen AKBP Yuri Karsono SIK, Senin (24/12). Menurut Yuri, pihaknya terus melakukan pengembangan kasus guna menguak siapa saja yang terlibat sehingga anak di bawah umur ini diculik dan dijual selama hampir dua tahun lamanya. Korban baru saja kembali kepada orang tuanya sepuluh hari lalu dan langsung melaporkan kasus penculikan ini ke Polsek Juli.
"Laporan sudah kami tindaklanjuti, korban juga sudah pulang ke rumahnya setelah dimintai keterangan," kata Kapolres.
Sementara itu N menceritakan, kejadian pahit ini bermula saat ia pergi membeli obat untuk adiknya yang tengah sakit Minggu, 6 Februari 2011 silam sekira pukul 12.00 WIB. Di tengah perjalanan, tiba-tiba ia didatangi seorang perempuan yang dikenalnya saat saat sama-sama pernah bekerja di kebun sawit. Secara paksa korban ditarik ke dalam mobil dan mulutnya ditutup pakai lakban hitam serta tangannya juga terus dipegang. Korban seterusnya dibawa ke beberapa tempat hingga akhirnya dibawa oleh seorang perempuan ke Keudah, Malaysia melewati Tanjung Pinang.
"Beberapa pekerjaan kasar saya lakoni di sana, mulai dari pembantu hingga pelayan restoran dari satu restoran ke restoran lain dengan cara dijual," katanya.
Kendati pernah berkomunikasi dengan orang tuanya di Bireuen, niatnya untuk kabur tergolong sulit dilakukan karena setiap tindak tanduknya mencurigakan, selalu diketahui. Begitupun setelah tujuh bulan di bawah tekanan, korban berhasil kabur ke Langkawi. Tanpa sengaja ia bertemu suami istri warga Aceh yang berbaik hati mempekerjakannya pada sebuah kilang elektronik.
"Di sana saya betah dan bekerja setahun lebih dengan gaji sebulan Rp 500 ringgit," ungkap perempuan yang tak selesai mengenyam bangku sekolah menengah pertamanya itu.
Hingga akhirnya N diamankan oleh Polisi Malaysia karena tidak memiliki surat-surat sah, yang selanjutnya diamankan di penjara Kajang selama satu bulan. Berikutnya korban bersama tujuh warga Aceh lain dideportasi ke gudang pase di Pahang, lalu dibawa ke Tanjung Pinang, baru menuju Tanjung Priok hingga ke Solo selama dua hari.
"Seterusnya kami dikirim ke Padang tepatnya kampung Teratak selama lebih kurang satu bulan," sebutnya.
Baru setelah itu, ia bersama warga Aceh lain dibawa ke Belawan, dan menumpangi bus angkutan umum untuk melanjutkan perjalanan ke Aceh. N tiba di rumahnya sejak sepuluh hari lalu dan langsung mengadu ke polisi atas ikhwal penculikan hingga akhirnya ia terdampar lama di negeri seberang.
Kamis, 19 Januari 2012
Tabrak Mobil, Bocah 6 Tahun Ditilang Polisi
Arsip Berita Sedunia - Mengherankan melihat ulah pihak Kepolisian Meksiko. Hanya karena seorang bocah enam tahun menabrakan sepeda motor mainannya ke arah sebuah mobil mewah, bocah tersebut justru ditilang.
Tentunya perilaku pihak kepolisian ini mengundang pertanyaan dari banyak pihak. Terlebih lagi sepeda motor bocah tersebut juga turut disita oleh polisi. Demikian diberitakan Reuters, Jumat (13/1/2012).
Selain dikenai tilang dan penyitaan atas sepeda motor mainan, orangtua dari bocah bernama Gael ini harus membayar denda sebesar US183 atau sekira Rp1,6juta (Rp9.170 per USD).
Ibu dari bocah tersebut, Karla Noriega, sepertinya tidak tahan dengan keputusan dari pihak kepolisian tersebut. Noriega pada akhirnya memutuskan untuk membawa kasus ini ke media.
Tak pelak setelah kasus ini dimuat di media Meksiko, pihak berwenang setempat pun membatalkan denda serta tilang kepada bocah malang itu. Sementara sepeda motor miliknya pun dikembalikan kepada orangtua Gael.
Kamis, 01 Desember 2011
Coca-cola Beracun Renggut Hidup 1 Bocah di China
Bocah berusia 10 tahun tersebut tewas setelah mengonsumsi minuman bermerek Minute Maid Pulpy Super Milky. Minuman rasa strawberry tersebut diproduksi dan dipasarkan di China oleh salah satu pabrik minuman ringan paling ternama, yakni The Coca-cola Company.
Kepolisian Kota Changchun di Provinsi whatsonxiamen mengatakan, hasil pengujian di laboratorium menunjukkan adanya pestisida atau racun serangga dalam minuman tersebut. Namun belum disimpulkan, apakah racun tersebut dimasukkan dengan sengaja atau telah terjadi kontaminasi.
Yang jelas, pemerintah setempat melalui seorang pejabat bernama Li menyatakan telah menarik produk minuman tersebut dari peredaran. Beberapa produk Coca-cola yang lain kemungkinan juga akan ditarik dalam waktu dekat ini, dengan alasan keamanan.
Dengan alasan yang sama, badan keamanan makanan setempat juga mengimbau warga yang terlanjur membeli produk minuman ini untuk tidak meminumnya. Jika masih ada yang menyimpannya, maka diharapkan untuk menyerahkannya sesegera mungkin ke pihak berwajib.
Sementara itu, seorang staff humas (hubungan masyarakat) Coca-cola Beijing bernama Wang Lei mengatakan bahwa perusahaan tersebut telah mencicipi produknya sendiri. Sejauh ini, hasilnya memuaskan dan tidak ditemukan adanya rasa yang mencurigakan.
"Seluruh produk aman dan memenuhi standar," kata Lei dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Shanghai Daily, Kamis (1/12/2011).
Produk Coca-cola beracun sejauh ini hanya ditemukan di Kota Changchun, Provinsi Jilin. Produk yang sama hingga saat ini masih dijual di Kota Shanghai, karena produk yang dipasarkan di 2 kota tersebut dikatakan memang berasal dari batch yang berbeda.
Rabu, 30 November 2011
9 Ciri-ciri Wanita Selingkuh
Tak seperti biasanya, si dia yang selalu mengkritik Anda mulai dari kebiasaan atau cara berpenampilan buruk saat Anda berpakaian, kini lebih cuek dan tidak peduli dengan penampilan Anda. Bahkan yang terparah ialah si dia sudah tak lagi memedulikan kehadiran Anda dalam hidupnya.
Cara lain mengenali tanda perselingkuhan ialah saat berdekatan dengan si dia tercium aroma parfum pria lain di tubuhnya.
Dengan terkuaknya tanda-tanda ini tak menutup kemungkinan si dia telah meluangkan waktu luangnya bersama pria lain hingga meninggalkan aroma parfum di tubuhnya.
Untuk menggagalkan jadwal kencan dengan Anda, si dia sering berdalih harus menyelesaikan pekerjaan kantor di rumah. Padahal dia ingin bebas menghabiskan hari libur dengan selingkuhannya.
Bahkan untuk menghabiskan waktu bersama kekasih gelapnya, si dia lebih sering pulang larut malam dengan alasan lembur.
Nama suami Prasteyo dipangggil ‘Pah lu loyo’
Untuk membuktikan hal itu, Anda dapat melihat buku agendanya atau panggilan terakhir di telepon Genggamnya.
Sangat menikmati kesendirian, maka kebersamaan dengan pasangan berangsur berkurang.
Pembicaraan cenderung tidak fokus dan acap melenceng dari topik, berakibat jawaban-jawaban menjadi kurang tepat.
Pertanyaan dinilai sebagai interogasi dan diliputi rasa dicurigai sehingga yang timbul kemarahan yang tidak jelas arahnya.
Janji makan siang atau malam hingga jadwal olahraga bersama cenderung terlewatkan. Yang lebih mengejutkan, lupa ulang tahun perkawinan.
Seperti merahasiakan beberapa kegiatan karena tak ingin diusik bahkan diketahui sehingga mulai jarang bercerita.
Sabtu, 26 November 2011
Runtuhnya 'Golden Gate' Kalimantan Sepanjang 1 Km
Peristiwa itu terjadi Sabtu (26/11/2011) sekitar pukul 16.20 WITA. Tidak ada yang menyangka, lalu lintas saat itu sedang sangat ramai.
Tak cuma itu, puluhan warga juga sedang menikmati sore yang indah di pinggir jembatan yang bernama Jembatan Kutai Kartanegara itu. Tiba-tiba saja, bruk, jembatan ambrol. Mobil-mobil dan kendaraan yang sedang melintas pun berjatuhan ke sungai.
Tak lama, tim SAR tiba di lokasi untuk melakukan penyelamatan. Sejumalah orang telah ditemukan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun belum diketahui bagaimana kondisinya.
Jembatan itu sebenarnya relatif baru saja dibangun. Jembatan penghubung Samarinda dengan Balikpapan itu baru selesai dibangun pada tahun 2002. Jembatan itu belum bisa dibilang terlalu tua.
Korban Jembatan Mahakam Ambruk Mencapai 100 Orang
Sedikitnya 100 orang mengalami luka-luka akibat ambruknya Jembatan Mahakam, Kalimantan Timur. Mayoritas korban mengalami patah tulang akibat tertimpa puing jembatan."Secara kasat mata, korban mencapai 100 orang. Sebagian patah tangan, kaki, luka robek dan lecet tertimpa bangunan puing-puing jembatan. Ada juga yang pingsan dan belum sadarkan diri," kata staf Humas RSUD AM Parekesit, Jhoni Setiawan, kepada detikcom, Sabtu (26/11/2011).
Menurut Jhoni, ruang IGD full dengan pasien. "Pasien banyak berdatangan. Mayoritas keluarga sebab ini weekend dan biasanya warga Tenggarong pergi berlibur ke Samarinda," ujar Jhoni.
Jhoni mengatakan pihak rumah sakit belum menerima korban yang meninggal dunia.
"Korban yang meninggal dunia maupun yang tenggelam belum ada," kata Jhoni.
Ratusan Aparat Evakuasi Korban Jembatan Kutai Kartanegara
Seluruh jajaran keamanan Tenggarong dikerahkan untuk operasi tanggap darurat runtuhnya Jembatan Kutai Kertanegara. Masyarakat sekitar pun dikerahkan untuk berpartisipasi membantu mencari korban yang tenggelam dalam Sungai Mahakam."Seluruh anggota Brimob Polres dan Kodim sudah berada di lokasi untuk operasi SAR," kata Wakil Bupati Tenggarong, M Gufron Yusuf, kepada detikcom, Sabtu (26/11/2011).
Menurut laporan sementara yang diterimanya, jumlah korban tewas akibat runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara (sebelumnyanya ditulis Jembatan Mahakam -red) berjumlah tiga orang. Belum ada kepastian berapa total jumlah korban, sebab operasi pencarian masih berlangsung.
"Warga masyarakat juga membantu pencarian korban di dalam sungai. Waktu kejadian jembatan sedang ramai yang lewat," imbuh Gufron Yusuf.
Dia membenarkan pada saat kejadian sedang berlangsung kegiatan perbaikan badan jalan jembatan. Namun belum dapat dipastikan apakah proses perbaikan tersebut menjadi penyebab runtuhya jembatan sepanjang 1050 meter yang berjuluk Golden Gate di Kalimantan Timur tersebut.
"Untuk penyebabnya kami belum bisa pastikan. Prioritasnya sekarang adalah penyelamatan korban," ujar Gufron. sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/11/26/175025/1776331/10/ratusan-aparat-evakuasi-korban-jembatan-kutai-kartanegara?nd992203605
Praja IPDN Meninggal, Keluarga Minta Otopsi
Gilbertus Ruhe, seorang praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat, meninggal dengan dugaan terkena demam berdarah, Sabtu (26/11/2011) di Makassar, Sulawesi Selatan. Namun keluarga akan meminta otopsi, untuk memastikan penyebab kematian Gilbertus.
"Menurut informasi dari IPDN, Gilbertus meninggal Sabtu pukul 07.45 Wita di rumah sakit, karena mengidap demam berdarah. Kami terakhir kontak dengan Gilbertus tiga hari lalu, dia bilang sedang sakit dengan diagnosa awal demam berdarah," kata Pongkot.
Banyak kerabat dan teman keluarga Pongkot yang langsung menghubungi dan bertanya, apakah kematian Gilbertus murni karena demam berdarah atau ada tindakan kekerasan.
"Kecurigaan masyarakat berlatarbelakang kasus-kasus selama ini. Saya tidak bisa menuduh, tetapi juga memaklumi kecurigaan itu. Untuk itu, kami akan segera melakukan otopsi begitu jenazah sampai di Pontianak Sabtu sore ini. Kami sudah mendapatkan izin dari Gubernur Kalimantan Barat, untuk melakukan otopsi," kata Pongkot.
Gilbertus adalah praja IPDN utusan Kabupaten Pontianak tahun 2009. Pongkot mengatakan, Oktober lalu, Gilbertus dan beberapa rekannya dipindahkan dari Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, ke Makassar karena tempat pendidikan di Jatinangor penuh. Gilbertus berasal dari Mempawah, Kabupaten Pontianak.
Rabu, 23 November 2011
Pria Inggris Dibui 5 Tahun karena Bonceng Anak di Bagian Depan Motor
(Cavendish Press/Daily Mail)Manchester- Keselamatan memang menjadi hal utama yang harus selalu diperhatikan ketika mengemudi kendaraan. Seorang pria di Inggris dijatuhi hukuman 5 tahun 4 bulan penjara karena mengendarai motor sambil membonceng anaknya yang berumur 3 tahun di bagian depan tanpa helm atau pelindung apa pun.
Ryan Ward dianggap ceroboh karena dengan sengaja mengendarai motor jenis wheelies dengan kecepatan 40 mil per jam atau sekitar 64 km per jam, tanpa membawa SIM. Sementara putranya, Daley dibiarkan duduk di depan memegang stang, tepatnya di atas tangki bahan bakar.
Baik Ward maupun putranya juga tidak mengenakan baju pelindung, seperti jaket dan helm. Ward yang merupakan warga Hilldale Avenue, Blackley ini dinyatakan bersalah atas sejumlah tuduhan, antara lain mengemudi dengan membahayakan orang lain, kekejaman terhadap anak di bawah 16 tahun, dan pelanggaran peraturan mengemudi.
"Saya harus berurusan dengan Anda untuk kasus yang sangat tidak biasa ini, kekejaman terhadap anak, mengemudi dengan membahayakan orang lain, dan pelanggaran peraturan mengemudi," ujar Hakim Martin Rudland seperti dilansir Daily Mail, Rabu (23/11/2011).
Pelanggaran yang dilakukan Ward tersebut tertangkap oleh kamera milik helikopter polisi yang tengah berpatroli. Dalam rekaman kamera tersebut, terlihat Ward yang mengendarai motor sambil membonceng putranya yang berumur 3 tahun di depan.
"Pada akhirnya, tidak ada pelanggaran yang dilakukan dan bertahun-tahun lalu itu bukan merupakan tindak pidana, tapi sekarang hal itu merupakan kelalaian dan memang harus demikian, karena itu adalah hal yang sangat bodoh untuk dilakukan dengan melibatkan anak yang masih sangat muda," imbuhnya.
Awalnya, Ward dan putranya terlihat menunggu lampu merah di wilayah Harpurhey, Manchester. Helikopter yang dilengkapi kamera pengintai lantas mengikuti gerak-geriknya.
Senin, 22 Juni 2009
Wanita Hamil 9 Bulan Diperkosa Teman Suami
Nazar dan menantunya, Egi L (28), menggelandang Farid yang sudah babak belur. Mereka berdua menghajar pria pekerja bangunan itu sebelum diserahkan kepada polisi.
Farid yang tinggal di ruli Kampung Air Batam Centre ini diduga telah memerkosa AT (23), istri Egi. Perbuatan tidak senonoh ini dilakukan Farid saat suami korban sedang tidak di rumah. Padahal, Farid dan Egi teman akrab.
Namun, Farid menyangkal tuduhan tersebut. Bahkan, ia beralibi saat kejadian ia berada di Tanjung Pinang. "Dua hari lalu memang betul saya ke rumah Egi pagi-pagi. Saat itu istrinya mengatakan, Egi pergi kerja. Namun, saat itu saya datang berdua dengan teman saya. Fitnah itu kalau saya dituduh memerkosa istrinya," kata Farid sambil mengelus bibirnya yang berdarah-darah.
Dugaan perkosaan ini terungkap pada Sabtu malam setelah Egi membujuk istrinya, AT, agar berterus terang. Saat itu ia memperhatikan istri terlihat ketakutan saat melihat Farid datang berkunjung ke rumah. Ia juga menaruh curiga kepada Farid yang selalu bertandang ke rumahnya malam-malam belakangan ini.
Egi berhasil meyakinkan istrinya. Akhirnya, AT berterus terang bahwa dia telah diperkosa Farid dalam dua hari berturut-turut, Jumat-Sabtu, pekan lalu.
"Pada saat istri saya mengatakan dia telah diperkosa Farid, teman saya sendiri, saya langsung lemas. Saya tidak tahan lagi ingin menghajarnya (Farid). Paginya saya langsung kasih tahu mertua saya. Setelah mertua saya datang ke rumah, baru kami memanggil Farid baik-baik ke rumahnya," ujar Egi di Polsek Batam Kota.
"Namun, saat saya bawa ke rumah, Farid tidak mengakui perbuatannya. Padahal, saat itu di depan istri saya. Karena emosi, kami hajar dia dan kami serahkan ke sini," tutur Egi.
AT ikut ke Polsek Batam Kota untuk melaporkan perkosaan yang ia alami. Ia mengaku diperkosa Farid dua minggu lalu. Saat itu suaminya masuk kerja malam. "Jumat malam minggu lalu, Farid datang ke rumah Bang. Dia ketok-ketok pintu. Dia paksa saya buka pintu, padahal saya sudah katakan Bang Egi tidak di rumah. Namun, dia terus memaksa saya buka pintu. Setelah saya buka pintu, dia memaksa saya buka pakaian. Bahkan, dia menarik saya," kata AT yang tampak sedih.
"Saya kalah kuat karena saya sedang hamil sembilan bulan. Setelah kejadian itu, dia mengancam saya agar tidak melaporkan kepada suami saya," tutur AT.
AT pun seakan akur dengan permintaan Farid. Selama beberapa hari ia bungkam dan enggan melaporkan kejadian itu kepada suaminya. Namun, setiap kali Farid berkunjung ke rumah, AT ketakutan karena khawatir Farid akan mengulangi perbuatannya.
"Jujur saya sudah diperkosa. Saya takut untuk melaporkan kejadian ini kepada suami saya," tutur AT. Kemarin, Farid langsung dimasukkan ke sel tahanan sambil menungu hasil pemeriksaan polisi terhadap AT yang saat itu langsung membuatkan laporan polisi
Sabtu, 23 Mei 2009
Kapal Kargo Terbalik di Surabaya
SURABAYA - Kapal NV Tanto Niaga bermuatan kontainer terbalik di perairan Tanjung Perak, Surabaya. Kapal tersebut menabrak kapal KM Mitra Ocean yang juga berjenis kargo.
Petugas Syahbandar Tanjung Perak, Narso mengatakan kejadian diperkirakan terjadi pukul 17.00 WIB, Jumat (22/5/2009), namun laporan baru diterimanya pukul l7.30 WIB.
Sejauh ini petugas berupaya untuk mengerahkan kapal pandu untuk menolong kapal Tanto yang terbalik.
Kapal Tanto nahas saat akan lego jangkar di pelabuhan. Akibat peristiwa ini kapal mengalami bocor di haluan kiri, kemudian miring ke kanan.
Sejumlah muatan kontainer kapal jatuh ke laut. Narso menyatakan, bila tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan mengganggu lalu lintas keluar masuk kapal ke Pelabuhan Tanjung Perak.
Sampai saat ini petugas masih berupaya melakukan evakuasi. Belum ada informasi soal kronologi kecelakaan, dan adanya korban jiwa dalam peristiwa itu.
"Saat insiden terjadi cuaca di sekitar pelabuhan cerah, angin tenang, hanya arus yang agak sedikit kuat mengarah ke arah timur," jelas Narso.
Minggu, 17 Mei 2009
Maling Jatuh Cinta Dengan Korbannya
Namun belang Mustain akhirnya terbongkar juga, saat pembeli ketiga dari motor curian itu hendak memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNKB) di kantor Samsat.
Sesungguhnya, kasus pencurian itu sudah terjadi saat Mustain dan Yulia masih dalam status bertunangan. Sebagai sepasang kekasih, Yulia tentu tidak keberatan sepeda motornya dipakai Mustain. Suatu saat, Mustain menggandakan kunci motor itu. Kunci asli dikembalikan ke Yulia, sedangkan STNK dimasukkan di bawah jok.
Pria yang tinggal di Jl Gadang gang IX, Kabupaten Malang itu ternyata sedang menyusun rencana jahatnya. Sepeda motor yang biasa diparkir di teras rumah diinformasikan kepada Yulianto. Demikian juga dengan kunci palsu pun diberikan.
Drama selanjutnya, Yulianto dengn mudah menggondol sepeda motor itu, sedangkan Mustain melaporkan peristiwa itu ke polsek setempat. Ini sudah sesuai skenario yang mereka susun. Peristiwa itu terjadi pada 25 Juli 2008. Hampir setahun lalu.
Sambil menunggu perkembangan kasus kehilangan sepeda motor, cinta Yulia dan Mustain semakin tumbuh mekar. Mereka kemudian menikah. Mustain tentu senang dalam hati, karena merasa sukses mencuri hati Yulia dan juga sukses mencuri sepeda motornya.
Namun tindakan culas Mustain akhirnya terbongkar. Pekan lalu pekan lalu polisi Polsekta Sukun menemukan sepeda motor Yamaha Jupiter Z N-5265-CZ milik Yulia yang dilaporkan hilang oleh Mustain. Motor itu ditangan Yulianto.
Mustain dan Yulianto, warga Lembangsari RT 40/6, Dampit, Kabupaten Malang itu dicokok polisi secara berurutan pada 13 dan 14 Mei 2009. “Ketika itu, saya gandakan kuncinya dan memasukkan STNK-nya di jok. Saya suruh Yulianto mengambilnya setelah saya kasih kunci duplikat. Lalu saya laporkan motor itu hilang dari teras rumah istri saya,” kata Mustain, Jumat (15/5).
Sepeda Jupiter Z itu telah berpindah tangan. Semuanya melalui perantara Yulianto. Namun pada pembeli ketiga, kejahatan ini terbongkar saat polisi mengidentifikasikan proses perpanjangan STNK di Samsat. “Kami memastikan jika motor tersebut adalah motor yang sebelumnya telah dilaporkan hilang tahun lalu,” ujar Kanit Reskrim Polsekta Sukun, Iptu M Sirait
Selasa, 05 Mei 2009
Kan Ngaku Udah Kenal?
Antasari Kenal Rhani Juliani 3 Tahun Lalu
Sempat mengelak akhirnya Tersangka kasus penembakan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Antasari Azhar mengaku mengenal Rhani Juliani,seorang caddy di Lapangan Golf Modernland, Tangerang, sejak 3 tahun silam.
Hal itu disampaikan oleh salah satu pengacara Antasari, Juniver Girsang, saat hendak menjenguk Antasari di tahanan. "Beliau kenal tiga tahun lalu," ujar Juniver kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (5/5/2009).
Namun, menurutnya, Antasari mengenal Rhani hanya sebatas kenalan biasa saja. Tidak ada suatu hubungan khusus di antara mereka. "Tidak kenal dekat. Hanya sebatas kenal dia caddy di situ saja," tuturnya.
Saat bermain golf pun, Antasari tidak terlalu sering menggunakan jasa Rhani. "Di situ caddy-caddy kan berkelompok," urainya.
Rhani disebut-sebut menjadi ujung pangkal kasus pembunuhan Nasrudin. Rhani juga disebut-sebut sebagai istri ketiga Nasrudin. Paras Rhani yang cantik banyak menarik perhatian para pejabat maupun pengusaha yang sering bermain golf di sana.
Nasrudin yang mengetahui hal tersebut sering mengumpankan Rani kepada para pejabat yang mengenal Rani untuk kemudian diperas olehnya. Mau mendiskusikan kasus yang membelit Antasari Azhar?
Gabung di sini
Dunia Makin Canggih Gaya Menipu Ikut Cangging
Para Korban Sempat Cek Lokasi Kerja
"Anak saya, Puspita, katanya ditempatkan di sebuah perusahaan di daerah Gadjah Mada untuk receptionist. Tapi setelah dicek, perusahaan tersebut meminta anak saya membuat lamaran baru," ujar Sanusi, ayah Puspita di kantor PT DPM, Jl Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan, kepada detikcom, Selasa, (5/5/2009).
Tak hanya Puspita, puluhan calon tenaga kerja lainnya banyak yang mengecek kebenaran perusahaan di Pulogadung, Jakarta Timur. Tapi yang didapati, dari perusahaan fiktif, perusahaan abal-abal dan perusahaan yang tidak punya kerjasama dengan PT DPM.
"Bagi orang kebanyakan, mungkin uang Rp 600 ribu sedikit. Tapi bagi saya, uang itu dapatnya juga utang," tambahnya.
Hingga saat ini, proses perundingan secara kekeluargaan masih berlangsung. Para korban cuma meminta uangnya dikembalikan utuh.
"Yang penting dibalikin saja uangnya," ujar Faizal (20), salah satu korban warga Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.