Kisah Seorang Pelaut Bawahan part 1 terbaru 2012 - Dari kota asalku Pontianak kalimantan barat,aku pergi ketangerang untuk malakukan perubahan masa depanku.Walau terlambat bagiku lebih baik dari tidak sama sekali.Padahal dulu aku berpikir untuk apa aku menambah sertipikat apalagi mau jadi perwira di atas kapal,paling aku bekerja di kapal dua tahun untuk mencari modal usaha di darat.Tapi kenyataanya sampai sepuluh tahun aku jadi pelaut keterusaan karna tidak bisa lagi aku kerja di darat karna kemampuan dan ilmuku kalah sama orang orang di daratan ,istilahnya kalah bersaing untuk mencari rezeki di sana dengan kemampuan aku yang hanya bisa mengarunggi samudera.
Kisahku berawal dari usia 20 tahunan ketika pamanku di sebuah kapal kayu perahu bugis membawaku berlayar,ketika itu badanku kurus dan tidak ada satupun kelihatan aku ahli di laut,malas,mabuk laut dan bengong bila melihat abk yang lagi kerja.Emang dulu tidak ada syarat lain menjadi kru kapal selain buku pelaut dan surat kecakapan pelaut(skp)apa lagi sebuah kapal perahu bugis kayu,tapi tidak dengan sekarang.
Aku berharap aku bisa mengumpulkan uang dari kerjaku sebagai pelaut,namun tak di nyana aku masuk di dunia pelaut yang penuh hura hura,menghamburkan uang di mana mana dari tempat satu ke tempat yang lain lain.emang keluargaku tidak ada yang jadi pelaut propisional,jadi aku harus melangkah kejenjang lebih tinggi tak ada tempat untuk bertanya dan berpijak.
Stelah beberapa tahun aku mendapat kenalan dan menjadi abk kapal cargo,tampa surat surat lengkap yang penting penurut dan bisa kerja,yang ku tahu perusahaan juga senang bila kita tak mempunyai sertipikat,mereka seenaknya menentukan gaji dan eronisnya lagi mereka enggak ambil pusing kalau ada kecelakaan kerja pada bk yang tak berpendidikan
Mereka selalu berkilah kita tak punya sertipikat apa apa jadi tidak bisa berbuat dan menuntut apa apa.dari itu baru kusadari aku harus maju karna tak bisa lagi kerja di darat hanya lautanlah duniaku..sedikit sedikit aku mengambil sertipikat dan kerja di kapal cepat berpenumpang sedikit.emang kalau ada niat belum tentu terwujud dengan cepat walau ada jalan tapi masih tertutup onak dan duri.
Aku sadar setiap orang pastilah mau yang terbaik dari karir cita citanya maupun masa depanya,siapa sih seorang pelaut yang enggak mau setipikat penunjang menjadi perwira,tapi jalan kita masing masing dan garis hidup kita berbeda,setiap orang atau temanku yang sudah berhasil selalu bertanya sedikit bernada melecehkan.
Kenapa sih kamu kok jadi pelaut begitu aja enggak ada kemajuan.Aku hanya terdiam tapi dalam hatiku tidak ada rasa sesal karna orang orang itu tidak tahu bahwa masih banyak orang yang harus aku payunggi dalam hidup semenjah ibuku tak lagi menopang ekonomi kita bersaudara ,kalau sosok ayah tak pernah ku rasakan semenjak aku membuka mata di muka bumi ini.
Nah sampailah aku di penghujung tahun 2011 dan awal 2012 aku bisa bernapas lega karana bisa mengumpulkan uang untuk biayaku sekolah dalam usia tidak muda lagi,walau hanya ant5 yang jadi target sekarang dan ant4 untuk dua tahun kedepan.Dan aku masih bisa bersukur karna banyak yang lebih menderita di bawah hidupku,,yang aku heran kan menggapa anak taruna taruna dan pelayaran dari sekolah pelayaran tidak bersukur bahwa mereka tinggal enak di biayai orang tua menjadi pelaut propisional tidak seperti aku yang otodidak.Nah sekarang aku di tanggerang untuk memulai perjuangan baru....
baca untuk selanjutnya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar