
Namun karena hujan, Monas yang sebagian wilayahnya berupa tanah dan rumput menjadi becek dan berlumpur. "Kaki saya belepotan kena lumpur. Sandal jepit yang saya pakai sampai putus," ungkap salah seorang pengunjung monas, Ardi (30) saat ditemui, Senin (31/12/2012) malam.
Selain itu, pengunjung juga kesulitan mencari tempat untuk duduk karena sebagian besar wilayah Monas becek. Mereka yang semula membawa tikar pun terpaksa menggulungnya.
"Tadi saya menggelar tikar, tapi karena hujan, becek dan diinjak-injak orang, terpaksa saya gulung," ungkap Retno (32) yang juga menghabiskan malam tahun barunya di kawasan Monas tersebut.
Retno yang datang bersama suami dan seorang anaknya ini mengaku sudah mempersiapkan perlengkapan untuk menghabiskan malam tahun baru di monas. "Saya sudah bawa tikar, makanan dan minyak angin untuk persiapan kemari," ungkap warga yang tinggal di Tanjung Priok ini.
Meski hujan dan kesulitan untuk mendapatkan tempat nyaman, Retno mengaku akan tetap di Monas hingga pukul 00.00 WIB nanti. "Sebenarnya mau ke Thamrin lihat karnaval, tapi anak saya sudah kecapekan. Mau lihat kembang api dari sini saja. Dia lebih suka," pungkasnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar